bagaimana mengajari anak mengenali masalahnya sendiri
Ilustrasi bagaimana mengajari anak mengenali masalahnya sendiri. Photo by Bruno Nascimento on Unsplash

Mengajari Anak Mengenali Masalahnya

Anak-anak seringkali berkonflik dengan teman-temannya. Terkadang, kita perlu mengajari anak mengenali masalahnya sendiri. Sehingga mereka bisa menemukan solusinya dengan lebih baik.

Saat saya bekerja di kantor, suatu siang. Tiba-tiba istri saya, yang sedang WFH, menelepon dari rumah. Ternyata yang berbicara melalui sambungan telepon adalah anak saya yang berusia 6 tahun. Dia saat ini sedang duduk dibangku TK, sebentar lagi akan memasuki SD.

Dia berbicara sebentar, lalu menangis. Suara tangisanya cukup keras. Sambil mencoba untuk ngomong. Saya hanya bisa mendengar tangisannya yang teresedu-sedu.

Saya mencoba untuk menenangkan, namun tidak berhasil. Akhirnya saya menunggu sampai dia benar-benar berhenti menangis. Dibantu sama bundanya yang sedang berada di dekatnya. Setelah cukup tenang. Akhirnya dia berbicara dan mengatakan bahwa adiknya nakal. Tidak banyak yang dia bicarakan lewat telepon. Lalu kami menyudahi obrolan kami.

Kami punya dua anak, anak kami yang kedua berusia 4 tahun. Keduanya sebenarnya sangat dekat. Namun memang kadang kali bertengkar satu sama lain. Seperti yang terjadi siang itu.

Setelah sampai rumah saya kemudian ngobrol dengan istri. Sebenarnya apa yang terjadi dengan kedua anak kami tersebut. Istri saya bilang bahwa adiknya meninggalkan kakaknya yang sedang bermain petak umpet dan memilih bermain bersama teman-teman lain. Tentu buakn salah adiknya juga, karena dia bilang bahwa sudah mencari kakaknya namun tidak ketemu.

Dari cerita itu kemudian saya kepikiran untuk menyampaikan kepada kakak, supaya bisa memahami masalahnya sendiri. Lalu saya bertanya dan mendengarkan kenapa dia marah sama adiknya. Tentu karena merasa ditinggalkan. Sementara adiknya juga sudah capek mencari kakaknya kemana-mana tapi tidak ketemu.

Kondisi seperti ini sering terjadi pada anak saya. Sejak umur 6 tahun, dia sudah punya banyak teman di komplek. Beberapa mengalami kasus serupa. Saya merasa diusianya sekarang ini dia perlu memahami masalah sendiri.

Hal yang biasa saya lakukan supaya anak mengenali masalahnya adalah:

  1. Mencari akar masalahnya, ajukan pertanyaan-pertanyaan ringan. kenapa dia menangis? kenapa orang lain marah?
  2. Ajarkan empati, merasakah perasaan orang lain, apa yang dirasakan oleh temannya
  3. Ajari untuk menemukan solusi. Jika sudah menemukan masalahnya, bimbing untuk menemukan beberapa solusi lalu pilih solusi yang terbaik yang bisa dilakukan.
  4. Berikan nasihat. Jika dia bersalah, ajari untuk meminta maaf. Dan ajari juga anak-anak untuk memafkan temannya.

Terimakasih, demikian tips bagaimana mengajari anak mengenali masalahnya sendiri. Semoga bermanfaat.

Muhammadmukhlisin.com

Twitter: @klisin

Instagram: @klisin

Lihat juga artikel-artikel lainnya:

About klisin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *