Cara Sederhana Menjadi Ayah Baik untuk Keluarga, Sharing Antar Bapak-Bapak Komplek

Oleh: Muhammad Mukhlisin (ayah dua orang anak, pemerhati kehidupan keluarga)

Saya menulis artikel ini karena banyak dari teman-teman saat ini menjadi ayah baru mengalami keresahan. Bagaimana caranya kita sebagai lelaki menjadi ayah yang baik pada keluarga kita di rumah? Kita semua tentu mempunyai pengalaman yang berbeda-beda. Dari waktu ke waktu, pola asuh keluarga juga mengalami perubahan. 

Pola asuh yang dulu kita terima dari orang tua kita, berbeda kondisi dengan sekarang. Tidak semua pendidikan keluarga dulu cocok untuk diterapkan ke keluarga diera digital sekarang ini bukan. Nah, saya ingin share beberapa tips bagaimana cara menjadi ayah yang baik berdasarkan hasil ngobrol dengan beberapa teman saya yang saat ini juga menjadi ayah. 

1. Menunjukkan kasih sayang ke keluarga 

Kasih sayang ini kan konsep yang abstrak ya, kita sebagai suami dan ayah, perlu mewujudkan dalam bentuk nyata. Bagaimana caranya? tentu berbeda-beda. Sesuai dengan kondisi keluarga masing-masing. Misalnya gini, kebanyakan istri suka dengan hal-hal romantis. Ucapan-ucapan sederhana kasihs sayang ke istri akan sangat manjur nih buat bapak-bapak. Coba saja kalau tidak percaya. 

2. Jadilah figur yang dapat dicontoh keluarga

Wahai bapak-bapak, untuk membangun keluarga, terlebih dahulu kita harus membangun pribadi kita sebagai role model buat anak dan istri tercinta di rumah. Kalau kita sudah bertekat menjadi ayah yang baik, membenahi diri kita sendiri, maka keluarga akan merasakan dampaknya. Contohnya nih, kalau kita bekerja keras dengan tulus untuk anak istri, maka mereka pun akan merasakan. Biasakan untuk 

3. Tegas boleh, tapi jadilah Ayah yang menyenangkan

Ini juga penting, bapak-bapak. Kadang saya melihat penerapan prinsip ketegasan di rumah dengan berlebihan. Akibatnya menurut saya kurang bagus juga. Apalagi kalau sampai meninggikan suara dan (amit-amit) sampai menggunakan cara kekerasan seperti mencubit atau memukul anak. Menurut saya metode seperti ini salah. Yang lebih efektif adalah ajaklah ngomong dari hati ke hati. tenang dan efektif. Yah sesekali ajak keluarga ngobrol sambil minum teh manis. Kan lebih menyenangkan. 

4. Terapkan demokrasi dalam keluarga 

Dalam konsep keluarga secara umum. Ayah adalah kepala keluarga. Tapi, berkembangnya waktu. Ayah tidak harus menjadi kepala keluarga (kita bahas dalam tulisan selanjutnya). Ayah sekarang tidak bisa menjadi penentu semua kebijakan keluarga. Menjadi pemimpin, iya. Tapi bukan pemimpin yang otoriter. Jadilah pemimpin keluarga yang demokratis. Mendengarkan semua anggota keluarga. Semua berhak mendapatkan kesempatan untuk didengar pendapatnya. Ini juga mengajari anak-anak untuk bersikap kritis, mandiri, dan kreatif. 

5. Jangan asal habiskan waktu bersama keluarga, buat momen yang tak terlupakan

Kadang kalau libur nih, kita suka menghabiskan waktu bersama keluarga. Tapi, sayangnya kita asal menghabiskan waktu saja. Tidak direncanakan menjadi momen menggembirakan. Tidak perlu harus jalan-jalan berlibur dan menghabiskan banyak uang. Bisa jadi memasak bersama, bakar jagung bersama, berkebun bersama di pekarangan rumah, dll. Momen kedekatan ini justru akan diingat oleh anak-anak kita sampai mereka dewasa. Tidak sekedar menghabiskan waktu, tapi ada kedekatan perasaan, dan momen belajar bersama. 

Demikian informasi sederhana bagaimana cara menjadi ayah yang baik untuk keluarga yang bisa kita coba. Silakan share ke rekan bapak-bapak komplek lain. Salam warga. 

About klisin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *