Subarjo dan Jembatan Bacem

Subarjo (83 tahun) korban tragedi 65 yang lolos dari pembunuhan di jembatan Bacem, jembatan di daerah Solo, Jawa Tengah.

Subarjo berhasil lolos dari upaya pembantaian massal di jembatan bacem solo yang membabi buta dan mengerikan. Dia beserta 71 tahanan akan ditembak suatu malam saat itu. Badannya diikat kencang dalam suatu papan. 


Diangkut dari dalam penjara dengan sebuah truk dan ditumpuk-tumpuk seperti ikan yang akan dipanggang.

“Jeritan dan rintihan antara tahanan terdengar lirih dan menakutkan” begitu ungkapnya dalam acara peluncuran film “Jembatan Bacem” di Goethe Institute, Jum’at (26/04/2013).


Subarjo diletakkan di pinggir jembatan dengan tahanan lain, siap untuk ditembak. Dia berusaha kabur dengan menghentakkan kaki, kepala, dan tubuhnya. Sampai akhirnya menyebabkan dia terjatuh kedalam sungai bengawan solo yang sedang banjir. Subarjo pun berhasil lolos dari maut malam itu.


Subarjo telah lolos namun sempat ditangkap kembali dan dijebloskan di nusakambangan dan pulau buru kurang lebih 13 tahun.

Saat ini, setelah 67 tahun Indonesia merdeka, Subarjo masih belum mengerti apakah merdeka itu. Saat ini beliau tinggal dipinggiran purwodadi dan penuh dengan kesengsaraan, keseharian Subarjo hanya mampu makan nasi jagung. Tak ayal, ketika diundang ke Jakarta, kakek yang masih ingat betul tragedi pembantaian 65 ini kaget dengan keadaan perkotaan, tidak percaya. “Ini Indonesia atau bukan???” ungkapnya. 

Baginya Indonesia saat ini miris sekali. Dimana keadilan?
Beliau berharap generasi masa depan akan berhasil membawa kesetaraan dan keadilan bagi masyarakat secara umum. 
Baginya saat ini demo-demo yang dilakukan oleh anak muda membingungkan, tuntutan boleh saja tapi jangan sampai merusak dan anarkis. Karena hal tersebut hanya akan menyenangkan hati koruptor. Nanti jika ada gedung yang rusak, akan ada proyek pembangunan yang dinikmati koruptor.
Baginya kemerdekaan ini lebih parah dengan kondisi 65. Ketidakadilan menjadi milik mereka masyarakat kecil. Seperti bapak Subarjo.
“Sampai saat ini saya masih progresif revolusioner, saya berharap generasi masa muda sekarang bisa lebih hebat” pungkasnya dalam pemutaran film yang digarap oleh Elsam, pakorba Solo, dan KKPK malam itu…

Film ini dibuat untuk mengingatkan kembali tragedi kemanusiaan yang pernah terjadi di Indonesia. Kenyataan pahit kasus pelanggaran HAM berat seperti ini supaya menjadi pelajaran bagi generasi masa depan. 


Semoga bermanfaat, salam progresif revolusioner!!!

About klisin

Check Also

5 Prinsip Dasar Berita

 Ada lima syarat menulis berita, yaitu:1. Kejujuran: apa yang dimuat dalam berita harus merupakan fakta yang …

4 comments

  1. KISAH SUKSES Erviendy ; lolos PNS guru lingkungan PEMDA lampung

    Assalamu Alaikum wr-wb, Saya ingin berbagi cerita kepada anda, Bahwa dulunya saya ini cuma seorang Honorer di sekolah dasar sumatra, Sudah 12 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 3 kali mengikuti ujian, dan membayar 45 jt namun hailnya nol uang pun tidak kembali bahkan saya sempat putus asah,namun teman saya memberikan no tlp Bpk JOKO SUTRISNO Selaku petinggi di BKN pusat yang di kenalnya di jakarta dan juga mengurusnya jadi PNS, saya pun coba menghubungi beliau dan beliau menyuruh saya mengirim Berkas saya melalui Email, alhamdulillah No Nip dan SK saya akhirnya keluar, Jadi apapun keadaan anda skarang jangan pernah putus asa dan terus berusaha, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasih jalan, itu adalah kisa nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya Hubungi saja Bpk Dr.Drs.JOKO SUTRISNO,Ms Tlp:0823-21677798 Siapatau Beliau Masih Bisah Bantu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *