Blackhat (2015): Film Cybercrime Dari Amerika, Hongkong, Dan Jakarta

Sebuah jaringan teroris cyber (hacker), berhasil melakukan virus kedalam jaringan sistem nuklir di Hongkong. Menggunakan sistem Blackhat mereka kemudian mengendalikan dan menghancurkan sistem komputerisasi nuklir. Agen kepolisian Hongkong, Chen Dawai (Lee Hon Wang) kemudian bertanggung jawab mengungkap jaringan hacker ini.
Chen dawai kemudian meminta bantuan hacker yang tidak lain adalah rekan kuliahnya, Nick Hathaway (Chris Hemsworth), yang sedang menjalani masa tahanan oleh FBI karena membobol sebuah bank di Amerika Serikat. Mereka dibantu oleh agen FBI Carol Baret (Viola Davis) dan adik Chen Dawai yang bernama Chen Lien (Wei Tang).

Pencarian para hacker ini tidak mudah, para hacker memahami betul bagaimana sistem keamanan komputer dan mereka dengan sangat jeli bisa menghilangkan jejak IP komputer mereka. Selain itu, para hacker teroris ini juga dilengkapi dengan sistem persenjataan dan bela diri yang kuat. Sehingga aksi-aksi perkelahian dan perang senajata menjadi tontonan yang menarik dalam film ini.
Pengerjaran hacker ini melibatkan berbagai negara sebagai tempat persembunyian para teroris. Mulai dari Amerika, Hongkong, dan Jakarta (Indonesia). Sebagai warga negara Indonesia, patut bangga dong. Dalam perjalanannya Chen Dawai dan beberapa agen FBI meninggal dunia, dan hanya menyisakan Hathaway dan Chen Lien. Keduanya yang terlibat jalinan asmara ini kemudian memutuskan untuk menyelesaikan kasus ini apapun resikonya. Keduanya mempunyai bakat dalam jaringan komputer ini kemudian membobol rekening bank teroris di BCA (Bank Central Agatis).

Kejar-kejaran antara teroris dan Hathaway tidak terelakkan di Jakarta. Mereka berkelahi di tengah kerumunan pawai yang ada di lapangan monas dan lapangan banteng. Wuih keren. Akhirnya para penjahat tersebut berhasil dilumpuhkan.
Kelebihan:
  1. 1.       Film ini menggunakan bahasa dan istilah hacker yang memang dipakai oleh para hacker sunggahan. Jadi sekalian bisa belajar menjadi hacker. Hehehe
  2. 2.       Film ini juga tidak muluk2 seperti film fiksi. Namun memang dibuat seperti real kejadian nyata.
  3. 3.       Film ini bisa memberi peringatan kepada semua masyarakat terutama pemerintah dan object vital lain akan bahaya serangan cyber yang tidak bertanggung jawab
  4. 4.       Film diambil langsung di negara-negara bersangkutan, seperti di hongkong dan Jakarta. Bahkan dalam adegan di Jakarta, sangat jelas ikon-ikon jakarta menjadi bagian yang dominan di shoot. Seperti masjid istiqlal, patung-patung bundaran HI, dll.

Kekurangan:
  1. 1.       Perkelahian fisik tidak di ekspos secara detil, dan terkesan singkat. Lebih banyak perang menggunakan senjata. Dan sangat sedikit balapan mobil.
  2. 2.       Tata suara cenderung monoton, dalam berbagai adegan hanya menggunakan background suara yang sama

Dalam IMDB film ini berhasil mendapatkan rating 5.4, ya saya pribadi setuju dengan peringkat ini.

About klisin

Check Also

Film Kisah Pengusaha Muda Snack “Tao Kae Noi”

Top Ittipad (asli) dengan snacknya  “Jika kamu sukses dalam satu hal, maka kamu akan kehilangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *